Asal mula pulau ini dinamakan Pulau Pasaran karena dulu banyak pengolah ikan yang bertransaksi hasil laut mereka di dermaga, sehingga terlihat seperti pasar. Tahun 1970 pulau pasaran dihuni oleh orang suku buton sebelah barat dan bugis (Pak Yusuf, Pak Tanjung). Kemudian pada tahun 1988 banyak masyarakat berdatangan ke pulau pasaran dan menetap, dikarenakan terjadi kebakaran hebat di gudang lelang pada tanggal 1 oktober 1988. Dulu luas tanah pulau pasaran hanya sebesar 3,5 hektar. Seriring dengan berkembanganya zaman dan pertambahan penduduk, Pulau Pasaran memperluas wilayahnya dengan mempondasi batu karang yang tidak berfungsi sebagai pijakan lahan tempat tinggal dan berkehidupan. Kini luas Pulau Pasaran telah menjadi 12 hektar.

Sebelum tahun 1998 pengolah ikan yang berada di pulau ini mengolah ikan di pulau, namun dengan perkembangan yang ada, sekarang para pengolah ikan merubah system pengolahan mereka dengan merebus langsung ikan yang merka tangkap di perahu atau kapal mereka. Dengan tujuan agar dapat menjaga kualitas ikan dan kebersihan pulau pun bisa terjaga.

Pada zaman pemerintahan walikota Bapak Suharto, Pulau Pasaran hampir mengubah nama menjadi Pulau Beringin, tetapi masyarakat tidak terima dengan perubahan nama tersebut. Pendidikan hanya ada sekolah SD. Perekonomian di pulau pasaran ini, rata-rata masyarakatnya bekerja sebagai buruh dan nelayan

0 comments:

Post a Comment

Site search

    Blogger news

    Blogroll

    About